Sabtu, 26 April 2014

Melupakan

Ketika Kita Mencoba melupakan kejadian menyakitkan, melupakan orang yang membuat rasa sakit
itu, maka sebenarnya kita sedang berusaha menghindari kenyataan tersebut. 
Lari pun sama, ketika kita ingin melupakan orang yang pernah kita sayang, hal-hal indah yang telah berlalu. maka sebenarnya kita sedang berusaha lari dari kenangan atau sisa kenyataan tersebut.
      Kabar buruk bagi kita semua, mekanisme menyebalkan justru terjadi saaat kita berusaha lari menghindar.
Ingatan tersebut malah merangkap diri sendiri. diteriaki suruh pergi, dia malah mengambang di atas kepala.
Di lempar jauh-jauh, dia bagai bumerang yang kembali menghujam deras. Semakin kuat kita ingin melupakan, malah semakin erat ikatannya..
Bagaimana Mengatasinya?
Justru resep terbaik adalah kebalikannya . Logika terbalik. Apa itu ? Mulailah dengan perasaan tentram terhadap diri sendiri. Berdamai. Jangan lari dari kenangan tersebut. biarkan saja dia hadir, bila perlu peluk erat. Terima dengan senang hati.
 Nyatakan pada diri sendiri " Saya punya masa lalu seperti ini, pernah dekat dengan orang yang
menyakitkan itu, saya terima semua kenyataan tersebut. Akan saya ingat dengan lega, karna saya tahu, esok lusa saya bisa jd lebih baik. " Letakan posisi kenangan itu di tempat terbaiknya.
Maka mekanisme menakjubkan akan terjadi. Perlahan tapi pasti,  kita justru akan mengenyahkan ingatan itu. Pelan tapi pasti, kenangan tersebut justru menjadi tidak penting dan menjadi biasa-biasa saja..
Let it flow kawan.. biarkan semua itu mengalir .. ( doc. Iman Khaiva )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar